Drama Adu Penalti, Kansa United Singkirkan PSP 83 Petahunan di Stadion Untung Suropati
- Aug 15, 2025
- AYIK RIFA'I
Digital Mandiri Petahunan – Suasana Stadion Untung Suropati Kota Pasuruan, Jum’at (15/8/2025) sore, mendadak bergemuruh penuh sorak-sorai suporter yang memadati tribun. Pertandingan turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) kali ini mempertemukan dua tim besar kebanggaan warga Pasuruan, yakni PSP 83 Petahunan melawan Kansa United. Kick off dimulai tepat pukul 14.00 WIB, menyajikan duel panas yang sarat gengsi sekaligus menghibur penonton dengan permainan cepat dan penuh tensi.
Sejak menit awal, PSP 83 tampil lebih percaya diri. Dukungan suporter fanatiknya semakin membakar semangat para pemain. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan, hingga pada pertengahan babak pertama, stadion bergemuruh ketika Zaenal Ikhwan – mantan punggawa Persela Lamongan yang juga pernah memperkuat Persema Malang – melesakkan tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper Kansa United. Gol cantik tersebut membawa PSP 83 unggul 1-0 hingga babak pertama usai.
Namun, Kansa United tidak tinggal diam. Di babak kedua, mereka bermain lebih disiplin dengan pertahanan rapat dan serangan balik berbahaya. Beberapa kali lini belakang PSP 83 dibuat kewalahan menghadapi serangan cepat yang dibangun oleh Kansa United. Usaha itu akhirnya membuahkan hasil, gol penyama kedudukan tercipta dan membuat laga semakin panas. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor tetap imbang 1-1.
Pertandingan pun harus dilanjutkan dengan drama adu penalti yang selalu menegangkan. Ribuan pasang mata penonton seolah menahan napas saat para eksekutor melangkah ke titik putih. PSP 83 sempat membuka harapan, namun dua penendangnya gagal menuntaskan tugas dengan sempurna. Sebaliknya, pemain-pemain Kansa United tampil lebih tenang dan percaya diri. Lima eksekutor mereka sukses menunaikan tugasnya dengan mulus. Adu penalti berakhir dengan skor 5-3 untuk kemenangan Kansa United.
Kegembiraan pun pecah dari kubu Kansa United yang langsung disambut dengan sorakan meriah para pendukungnya. Sementara itu, PSP 83 Petahunan harus menerima kenyataan pahit tersingkir meski sempat unggul lebih dulu. Zaenal Ikhwan yang tampil impresif tetap menjadi sorotan, meski kali ini keberuntungan belum berpihak pada timnya.
Turnamen tarkam ini tidak hanya menjadi hiburan warga, tetapi juga wadah silaturahmi dan unjuk kemampuan bakat-bakat lokal Pasuruan. Meski penuh drama, pertandingan berjalan sportif dan meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton.
Dengan hasil ini, Kansa United melangkah ke fase berikutnya dengan penuh percaya diri, sementara PSP 83 berjanji akan bangkit lebih kuat di kesempatan mendatang. (Aya)