BPBD Kota Pasuruan Gelar Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Kebakaran di Kelurahan Petahunan

  • Oct 27, 2025
  • AYIK RIFA'I

Digital Mandiri Petahunan — Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bahaya kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Pencegahan Kebakaran di Pendopo Kelurahan Petahunan pada Senin (27/10/2025) pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh dua anggota dewan, yaitu Mahfud Husari dan H. Aris Ubaidillah, serta menghadirkan narasumber dari BPBD Kota Pasuruan yakni Khoirul Huda dan M. Anwar. Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) juga turut memberikan simulasi langsung kepada peserta tentang tata cara pemadaman api secara aman dan efektif.

Dalam paparannya, narasumber menjelaskan pentingnya pemahaman mengenai segitiga api (fire triangle), yaitu tiga unsur utama yang menyebabkan terjadinya kebakaran — bahan bakar (fuel), sumber panas (heat), dan oksigen (oxygen).
Apabila salah satu unsur tersebut dihilangkan, maka api dapat dipadamkan. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui bagaimana cara mencegah dan menanggulangi kebakaran sejak dini.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan berbagai jenis APAR (Alat Pemadam Api Ringan) beserta fungsi dan penggunaannya, di antaranya:
1. APAR Air (Water) – untuk bahan padat seperti kayu atau kertas.
2. APAR Busa (Foam/AFFF) – untuk cairan mudah terbakar seperti bensin atau solar.
3. APAR Serbuk Kering (Dry Chemical Powder) – untuk kebakaran listrik, gas, atau bahan padat.
4. APAR Karbon Dioksida (CO₂) – untuk kebakaran listrik dan minyak tanpa meninggalkan residu.
5. APAR Halon / Clean Agent – ramah lingkungan dan aman digunakan di area elektronik.

Simulasi lapangan yang dipandu tim Damkar menjadi bagian paling menarik. Peserta diajak langsung mempraktikkan cara memadamkan api menggunakan APAR, mengenali sumber kebakaran, serta memahami langkah-langkah evakuasi yang aman.

Dalam kesempatan tersebut, Khoirul Huda menegaskan bahwa edukasi pencegahan kebakaran harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. 

“Kebakaran sering terjadi karena kelalaian kecil. Mulai dari instalasi listrik yang tidak aman, regulator gas bocor, hingga meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan. Pencegahan terbaik adalah kewaspadaan,” ujarnya.

Selain edukasi teknis, BPBD juga memberikan panduan langkah-langkah pencegahan kebakaran di rumah dan tempat kerja, antara lain:
1. Memeriksa instalasi listrik secara rutin.
2. Menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas.
3. Menyediakan APAR dan alarm kebakaran di tempat strategis.
4. Melakukan simulasi atau pelatihan tanggap darurat secara berkala.

Sementara itu, Bapak Agus selaku Lurah Petahunan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dari risiko kebakaran.

“Kami berharap warga Petahunan semakin paham dan siap menghadapi situasi darurat kebakaran. Edukasi seperti ini sangat bermanfaat,” ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi dan simulasi ini, masyarakat diharapkan lebih tanggap dan terampil dalam mencegah maupun menanggulangi kebakaran, sehingga dapat meminimalisir risiko kerugian baik harta benda maupun korban jiwa. (Aya)