Lailatul Hadrah ISHARI NU Meriahkan Haul Mbah Sayyid Ghozali 2025 di Masjid Nurul Huda Kelurahan Petahunan
- Aug 10, 2025
- AYIK RIFA'I
Digital Mandiri Petahunan — Ribuan jamaah ISHARI Nahdlatul Ulama dari Kota dan Kabupaten Pasuruan tumplek blek di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Petahunan, Ahad (10/8/2025) malam. Acara bertajuk Lailatul Hadrah ISHARI NU ini digelar dalam rangka memperingati Haul Mbah Sayyid Ghozali, ulama kharismatik yang makamnya berada di Petahunan.
Sejak sore, para jamaah dengan pakaian serba putih dan bersarung mulai berdatangan. Tercatat sekitar 1.000 jamaah hadir memadati halaman masjid hingga jalan sekitar lokasi acara. Dengan iringan shalawat hadrah khas ISHARI, suasana malam itu terasa penuh syahdu sekaligus semarak.
Kegiatan ini semakin istimewa karena turut menghadirkan para dzurriyah dari berbagai daerah. Hadir di antaranya, Gus Ghufron dan Gus Yusuf dari Sepanjang Sidoarjo, Gus Ali Faisol dari Mojokerto, Gus Rizal dari Mojoagung, Gus Yahya dari Gresik, serta Gus Takdir Ali Syahbana dari Blitar. Kehadiran para dzurriyah tersebut menambah keberkahan sekaligus menjadi magnet tersendiri bagi jamaah yang hadir.
“Haul ini bukan hanya untuk mengenang Mbah Sayyid Ghozali, tetapi juga sebagai ajang memperkuat ikatan jamaah ISHARI NU dan menumbuhkan kecintaan kita kepada shalawat serta perjuangan para ulama,” ungkap salah satu panitia.
Suasana malam itu kian syahdu ketika lantunan shalawat menggema serentak dari ribuan jamaah. Getaran suara hadrah yang khas membuat siapa pun yang hadir hanyut dalam nuansa spiritual penuh keberkahan.
Panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang selalu ditunggu oleh jamaah ISHARI NU, baik dari dalam maupun luar Pasuruan. Selain sebagai wujud penghormatan kepada Mbah Sayyid Ghozali, acara ini juga menjadi wadah silaturahmi antar-dzurriyah dan jamaah.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan kepada shalawat, Lailatul Hadrah ISHARI NU di Petahunan 2025 ini kembali membuktikan bahwa tradisi haul tidak hanya sarat nilai religius, tetapi juga mampu mempererat ukhuwah dan menjaga warisan spiritual para pendahulu. (Aya)