Mahasiswa KKN UMD (UNEJ Membangun Desa) Melakukan Kunjungan Ke UMKM Jamur Tiram Untuk Inovasi & Pengembangan Produk Nugget Jamur

  • Aug 04, 2025
  • AYIK RIFA'I

Pasuruan, 4 Agustus 2025 – Dalam rangka pelaksanaan program  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember 2025, mahasiswa KKN UMD (UNEJ Membangun Desa) melaksanakan serangkaian kegiatan inovatif di Kelurahan Petahunan, Kota Pasuruan. Memasuki minggu ketiga, fokus kegiatan diarahkan pada uji coba pemanfaatan sumber daya lokal melalui inovasi pangan dan lingkungan yang menyasar dua permasalahan utama masyarakat: Stunting dan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kegiatan minggu ketiga ini mencerminkan upaya serius mahasiswa dalam menggali potensi lokal untuk mengatasi persoalan kesehatan masyarakat. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah pengolahan jamur tiram menjadi nugget sehat yang ditujukan untuk pencegahan stunting. Sebagai langkah awal, mahasiswa melakukan kunjungan ke salah satu pengusaha Jamur Tiram di lingkungan sekitar untuk berkonsultasi dan berdiskusi terkait program ini kepada si ahlinya. Adanya program ini selain dilandasi untuk mendukung UMKM sekitar, juga dilandasi oleh kesadaran akan pentingnya penyediaan makanan bergizi tinggi namun tetap terjangkau dan mudah diterima oleh anak-anak. Nugget jamur tiram dipilih sebagai alternatif makanan yang kaya akan protein nabati serta memiliki tekstur dan rasa yang familiar di lidah anak-anak. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan produk akhir berupa nugget berbahan dasar jamur tiram, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi ibu-ibu di wilayah tersebut tentang pentingnya menciptakan makanan sehat dengan bahan alami yang ada di sekitar mereka yang secara tidak langsung juga mendukung pengusaha UMKM di wilayah masyarakat sekitar.

Sebagai inovasi lainnya, mahasiswa juga melakukan uji coba pemanfaatan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah. Minyak bekas yang biasanya hanya dibuang begitu saja, dalam hal ini diolah kembali menjadi produk bernilai guna, yaitu lilin aromaterapi dengan aroma serai. Lilin ini bukan sekadar dekorasi atau pengharum ruangan, tetapi juga diformulasikan secara khusus untuk membantu mengusir nyamuk, terutama naymuk penyebab penyakit DBD. Serai dipilih karena memiliki senyawa alami  seperti sitronelal dan geraniol yang efektif sebagai pengusir serangga, terutama nyamuk Aedes Aegypti yang menyebabkan penyakit DBD. (Mala)