Fadilah Minum Susu Putih di Malam 1 Muharram: Tradisi Penuh Makna Menyambut Tahun Baru Islam
- Jun 25, 2025
- AYIK RIFA'I
Digital Mandiri Petahunan - Malam 1 Muharram merupakan momentum istimewa dalam kalender Hijriyah yang menandai pergantian tahun baru Islam. Di sejumlah kalangan umat Islam, terdapat sebuah tradisi penuh makna yang dilakukan pada malam tersebut, yakni minum susu putih. Meski terkesan sederhana, amalan ini mengandung nilai spiritual yang dalam serta memiliki dasar anjuran dari sebagian ulama, salah satunya Al-‘Allamah al-Habib Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.
Minum susu putih pada malam 1 Muharram diyakini sebagai simbol kesucian, harapan, dan kebaikan, mencerminkan tekad untuk memulai tahun baru dengan hati yang bersih dan niat yang lurus. Warna putih dari susu melambangkan kebersihan jiwa, permulaan baru yang suci, serta harapan agar kehidupan di tahun yang baru dipenuhi dengan keberkahan dan ridha Allah SWT.
Dalam ajaran dan tradisi sebagian ulama, amalan ini bukanlah sesuatu yang wajib, namun sangat dianjurkan sebagai bentuk doa simbolik dan wasilah (perantara) untuk memohon kebaikan dari Allah. Abuya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki, seorang ulama besar dari Makkah yang sangat dihormati, disebut-sebut menganjurkan amalan ini kepada para murid dan umat Islam, sebagai bentuk tazkiyatun nafs (pensucian jiwa) di awal tahun.
Tradisi ini juga kerap dibarengi dengan dzikir, pembacaan do'a awal tahun dan akhir tahun, serta tausiyah keagamaan. Dengan mengamalkan tradisi minum susu putih ini, umat Islam diajak untuk merenungi perjalanan hidup di tahun sebelumnya, sekaligus memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bersih hati, dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Meski tidak semua umat Islam menjalankan tradisi ini, namun pesan moral dan spiritual di baliknya sangat relevan: bahwa tahun baru adalah saat yang tepat untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, dan mengisi kehidupan dengan niat baik dan amal saleh. (Aya).