Pokja Kemiskinan Petahunan Perkuat Validasi Data dan Akses Bansos, Hadirkan Inovasi Sekolah Rakyat

  • Apr 16, 2026
  • AYIK RIFA'I

Digital Mandiri Petahunan — Upaya penanggulangan kemiskinan terus diperkuat melalui Kegiatan Pokja Kemiskinan Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang digelar Kamis, 16 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan akurasi data penerima bantuan sosial di tingkat kelurahan.

Hadir sebagai narasumber dari Dinas Sosial Kota Pasuruan, Bapak Suudi, yang memaparkan secara komprehensif terkait DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional). Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa DTSEN menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial (bansos), sehingga validitas data menjadi hal yang sangat krusial.

“Penentuan penerima bansos harus berdasarkan data yang akurat dan terbaru. Oleh karena itu, peran aktif masyarakat dan perangkat kelurahan sangat penting dalam proses pembaruan data,” jelasnya.

Ia juga menguraikan sejumlah kriteria masyarakat yang berhak masuk dalam kategori penerima bansos, di antaranya kondisi ekonomi, kepemilikan aset, serta tingkat kesejahteraan yang diukur melalui sistem desil. Dalam hal ini, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk mengusulkan perubahan desil apabila terdapat ketidaksesuaian data di lapangan.

Adapun syarat pengusulan perubahan desil tersebut harus dilengkapi dengan bukti pendukung berupa dokumentasi kondisi rumah, mulai dari tampak depan, bagian dalam hingga belakang rumah. Selain itu, data aset seperti kepemilikan kendaraan, ternak, maupun barang berharga lainnya juga menjadi bahan pertimbangan dalam proses verifikasi.

Tak hanya fokus pada bansos, kegiatan ini juga menginformasikan inovasi dari Kementerian Sosial melalui program Sekolah Rakyat (SR). Kota Pasuruan menjadi salah satu daerah rintisan program ini yang dimulai sejak tahun 2025. Sekolah Rakyat dirancang sebagai solusi pendidikan inklusif bagi masyarakat kurang mampu.

Untuk tahun 2026, pembangunan Sekolah Rakyat masih terus berjalan dengan target kapasitas mencapai 1.000 siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Kegiatan Pokja Kemiskinan ini mendapat respons positif dari peserta yang terdiri dari perangkat kelurahan, kader, serta unsur masyarakat lainnya. Diharapkan, melalui kolaborasi dan keterlibatan aktif semua pihak, upaya penanggulangan kemiskinan di Kelurahan Petahunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Aya)