Hoki Kota Pasuruan Paling Banyak Sumbang Atlet untuk PON XXI, Ikuti Try Out ke Malaysia sebelum Berangkat
- Jul 17, 2024
- AYIK RIFA'I
FEDERASI Hockey Indonesia (FHI) Kota Pasuruan boleh berbangga diri. Dari beberapa daerah di Jawa Timur, Kota Santri terbilang paling banyak menyumbang atlet. Sedikitnya, enam atlet hoki asal Kota Pasuruan akan masuk ke tim inti cabang olahraga hoki di ajang PON XXI Aceh-Sumut, September nanti.
Pelan-pelan Fahril masuk ke lapangan futsal Citra di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Gadingrejo.
Pria yang menjadi ketua FHI Kota Pasuruan itu lalu menginstruksikan empat pria yang di tangannya sudah membawa stik hoki. Mereka juga telah terlindungi deker.
Keempatnya yang mengenakan jersey Jawa Timur, langsung melakukan pemanasan dan peregangan.
Sembari konsentrasi, keempatnya berlatih taktik dan teknik. Mencoba shooting ke gawang.
Keempatnya adalah Adam Almaliki, Aminurokhman, Zindan Mujayan, dan Saiful. Kebetulan mereka semua sedang pulang ke Kota Pasuruan, Rabu (17/7). “Karena besok (Kamis 18/7) kami akan bertolak ke Malaysia untuk menghadiri undangan try out,” beber Fahril.
Selain empat atlet lelaki tersebut, sebenarnya Kota Pasuruan juga memiliki dua atlet hoki wanita.
Mereka adalah Indana dan Maghfiroh. Namun, saat itu keduanya masih berada di Kota Surabaya untuk mengikuti puslatda bersama atlet putri lainnya.
Di ajang PON XXI Aceh-Sumut, Jatim mengirim tim putra dan putri untuk kategori indoor dan outdoor.
Untuk kategori indoor, setiap tim terdiri atas 12 pemain (6 inti). Sementara untuk outdoor ada 18 pemain (11 inti). Sehingga, ada 60 atlet hoki yang akan dibawa Jatim ke PON nanti. Plus sekitar 10 ofisial yang terdiri atas pelatih dan medis serta lainnya.
Nah, dari puluhan atlet Jatim, kata Fahril, jumlah enam atlet dari Kota Pasuruan adalah yang terbanyak dari daerah lainnya. “Boleh dibilang Kota Pasuruan di PON kali ini, menggeser posisi Kabupaten Gresik, yang sebenarnya menjadi kiblat olahraga hoki di Jatim. Maka itu, FHI kota sangat bangga,” beber Fahril.
Bahkan, jika ditotal, Kota Pasuruan mengirimkan 7 perwakilannya di ajang PON XXI nanti. Sebab, Fahril sendiri masuk sebagai pelatih utama tim putra outdoor hoki Jatim.
Di antara empat atlet putra dan dua atlet putri, nama Adam Almaliki adalah yang paling senior.
Bahkan, di ajang PON XIX Papua, Adam juga sudah pernah membela Jatim, yang saat itu memperoleh medali perak. Sehingga, Adam menjadi panutan bagi atlet-atlet lainnya.
“Sementara tiga atlet lainnya yakni Aminurokhman, Zindan, dan Saiful adalah hasil penjaringan. Mereka bisa masuk karena prestasinya yang ikut membawa tim hoki Kota Pasuruan meraih perak di ajang Porprov 2023,” beber Fahril.
Mengapa Jatim begitu banyak mengikuti kategori? Kata Fahril, itu semua juga berkat prestasi di ajang kualifikasi PON XXI, yang saat itu Jatim menjadi juara pertama untuk kategori indoor dan runner up di kategori outdoor.
Sehingga KONI Jatim meyakini, tim hoki putra dan putri bisa menyumbang medali di PON XXI Aceh-Sumut nanti.
Adam Almaliki yang sudah dua kali menjadi bagian tim hoki Jatim mengaku, dia senang bisa tergabung dan membela Jatim lagi. Sebab, dia masih penasaran untuk bisa meraih meali emas.
“Di PON Papua, kami kalah dan hanya meraih perak. Mudah-mudahan kali ini kami lebih beruntung,” beber pria asal Kelurahan Pohjentrek tersebut.
Apalagi FHI Jatim memang menargetkan, tim indoor putra meraih emas untuk mendongkrak posisi. Sehingga, puslatda atlet-atlet hoki digelar sejak enam bulan lebih awal dari pelaksanaan PON. Adam cs pun sudah terbiasa pulang-pergi Surabaya-Pasuruan tiap pekan.
Di ajang PON XXI nanti, tim hoki Jatim akan berlaga di Sumatera Utara. Namun FHI belum tahu seperti apa venue yang akan digunakan nanti.
“Apalah lokasinya di Kota Medan atau di kota lainnya, kami juga belum tahu. Tapi, yang pasti, kami sudah siap bertanding di mana pun,” terang Fahril.
Fahril yang seharinya guru di Madrasah Alawiyah Negeri (MAN) Kota Pasuruan ini menyebutkan, tantangan tim hokidi PON XXI akan jauh lebih berat. Selain menghadapi tuan rumah, saat ini banyak provinsi memiliki atlet andal yang kerap menang di turnamen yang levelnya nasional bahkan internasional.
Tapi, Fahril merasa beruntung karena KONI Jatim dan FHI Jatim begitu mendukung atlet-atletnya. Ini terlihat sejak puslatda. Beberapa atlet disokong dengan peralatan olahraga. “Tak kalah penting dukungan dari orang tua atlet sendiri yang totalitas sejak awal,” beber Fahril.
Alasan itu pula yang membuat Fahril dan jajaran pelatih lainnya bersemangat untuk mengejar target medali yang dibebankan kepadanya. Termasuk latihan tiga kali dalam sehari, demi menjaga fisik dan skill atlet.
“Alasan itulah yang membuat tim indoor kami mau menghadiri undangan try out ke Malaysia. Tentu ini menjadi pengalaman sekaligus untuk mengasah tim karena akan bertanding dengan tim nasional hoki negeri jiran,” terang Fahril.
Dengan pengalaman atlet-atlet hoki ini, Fahril yakin akan menjadi inspirasi bagi bibit atlet lainnya. Apalagi hoki di Kota Pasuruan terbilang aktif.
“Di Kota Pasuruan juga ada empat tim hoki dan sering mengikuti turnamen. Baik yang levelnya kejurda ataupun kejurnas. Cabor hoki juga mulai banyak dikenal, termasuk di sekolah-sekolah di tingkat SMP maupun SMA,” terang Fahril.