Mahasiswa KKN UMD (UNEJ Membangun Desa) 2025 Gelar Pelatihan “LILIN JELITA” dan “NUGITA” untuk mendukung pencegahan DBD dan Stunting di Kelurahan Petahunan

  • Aug 10, 2025
  • AYIK RIFA'I

Pasuruan, 10 Agustus 2025 — Mahasiswa KKN Universitas Jember sukses menggelar program pelatihan pembuatan ‘LILIN JELITA’ (Lilin Jelantah Tanggap Lingkungan) dan NUGITA (Nugget Bergizi dari Jamur Tiram) di Kelurahan Petahunan, Kec. Gadingrejo, Kota Pasuruan pada Selasa (5/08/2025) dan Kamis (7/05/2025).

Hasil wawancara dan observasi mahasiswa KKN di Kelurahan Petahunan, menunjukkan beberapa masalah utama, seperti tingginya kasus DBD, limbah minyak jelantah dari rumah tangga dan UMKM, serta angka stunting yang masih tinggi. Selain itu, terdapat potensi yang harus dikembangkan yaitu variasi pengolahan jamur tiram dari beberapa UMKM yang ada di Petahunan. Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN UMD (Unej Membangun Desa) menetapkan dua program pelatihan utama untuk membantu mengatasi permasalahan yang ada dan mendukung pemberdayaan masyarakat.

Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN memberikan sosialisasi dan edukasi terkait bahaya membuang limbah minyak jelantah sembarangan, bagaimana cara mengolah limbah minyak jelantah yang tepat dan contoh-contoh produk yang dapat dibuat dari minyak jelantah. Selain itu, mahasiswa KKN juga menyampaikan materi terkait potensi jamur tiram sebagai produk unggulan di Kelurahan Petahunan, manfaat pengolahan jamur tiram menjadi nugget, dan tips serta trik dalam memasak jamur tiram.

Setelah sosialisasi, dilanjutkan dengan kegiatan demonstrasi pembuatan LILIN JELITA dan NUGITA oleh mahasiswa KKN dan perwakilan dari ibu-ibu kader PKK. Setelah demonstrasi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, hiburan, dan foto bersama. Di akhir acara, mahasiswa KKN memberikan kesempatan kepada ibu-ibu kader PKK untuk mencicipi NUGITA dan membagikan LILIN JELITA yang sudah dibuat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak dan memanfaatkan potensi lokal sebagai solusi atas permasalahan kesehatan yang ada. (Mala)