Pemerintah Kota Pasuruan Gelar Sarasehan Kemerdekaan dan Do’a Bersama Bertema “Jogo Kota Pasuruan, Aman”
- Sep 07, 2025
- AYIK RIFA'I
Digital Mandiri Petahunan – Pemerintah Kota Pasuruan menggelar sarasehan kemerdekaan sekaligus do’a bersama bertajuk “Jogo Kota Pasuruan, Aman” pada Minggu (7/9/2025) pukul 19.00 WIB. Acara yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD Kota Pasuruan, para lurah, TNI, Polri, Satpol PP, tokoh agama, tokoh masyarakat, para veteran, komunitas ojek online, organisasi resmi di Kota Pasuruan, hingga Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) se-Kota Pasuruan.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan akustik yang membawakan lagu-lagu bernuansa nasionalisme, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara bersama-sama. Keharuan dan semangat kebangsaan semakin terasa ketika hadirin diajak menyaksikan pemutaran pidato Presiden pertama RI Ir. Soekarno yang membakar semangat juang, kemudian pidato Presiden ke-8 RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya meneruskan spirit kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya.
Suasana kebersamaan semakin hangat dengan penampilan Airin Puji Lestari, siswi sekolah dasar, yang bersama rekan-rekannya membacakan puisi bertema perdamaian. Setelah itu, sejumlah perwakilan organisasi keagamaan Kota Pasuruan menyampaikan pesan moral.
Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH Nailur Rahman atau Gus Amak, dalam sambutannya menekankan betapa mahalnya nilai persatuan. “Negeri ini unik, negeri ini indah, negeri ini adalah tetesan surga. Yang mahal dari Indonesia adalah persatuan, karena persatuan adalah kekuatan. Ketika hilang persatuan, hilanglah kekuatan kita. NKRI milik bersama, Kota Pasuruan adalah rumah kita. Jika ada yang perlu dikoreksi, maksimalkan komunikasi, bukan anarki. Mari kita rawat, mari kita obati,” tegasnya. Pesan tersebut ia ulang hingga dua kali untuk mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan.
Sementara itu, Ketua PC Muhammadiyah Kota Pasuruan, Abu Nasir, menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan dan kedamaian berada di pundak generasi muda. Pesan berikutnya disampaikan oleh perwakilan BKAG dan DPC LVRI yang turut menekankan pentingnya kebersamaan lintas generasi dan lintas organisasi dalam menjaga keamanan serta keutuhan bangsa.
Pada puncak acara, Wali Kota Pasuruan, Mas Adi Wibowo, menegaskan bahwa keamanan merupakan fondasi utama kesejahteraan masyarakat. “Keamanan adalah pondasi yang sangat penting dan utama sebagai tumbuhnya pembangunan dan cita-cita mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Kota Pasuruan. Tidak akan ada investasi atau aktivitas ekonomi yang berkembang apabila keamanan dan ketertiban tidak terjaga,” ujarnya.
Mas Adi juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat TNI-Polri, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap semua pihak kembali bergandengan tangan, menanamkan nilai persatuan sebagaimana dicontohkan para pendahulu bangsa, sekaligus waspada terhadap penyebaran berita bohong (hoaks) di era digital.
Usai pidato Wali Kota, seluruh peserta bersama-sama mendeklarasikan komitmen “Jogo Kota Pasuruan, Aman” yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka. Suasana haru tercipta ketika lampu ruangan dipadamkan dan peserta menyalakan cahaya ponsel sebagai simbol persatuan.
Acara sarasehan ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pasuruan. Do’a tersebut menjadi penutup yang penuh makna, menegaskan tekad seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kedamaian, keamanan, dan persatuan di Kota Pasuruan. (Aya)